Teknologi untuk Percepatan Swasembada Pangan dalam Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional
Main Article Content
Abstract
dapat dipandang hanya sekedar untung rugi dalam usaha produksi komoditi ini melainkan suatu keharusan menempatkannya sebagai komoditas strategis yang dapat berdampak multi dimensi baik secara nasional maupun global. Laju pertumbuhan penduduk yang pesat dan tidak sebanding dengan laju peningkatan produksi pangan dan issu pangan global saat ini menjadi ancaman terhadap masalah pangan Indonesia ke depan sehingga perlu diantisipasi dengan pemberdayaan potensi yang ada. Potensi percepatan kemandirian pangan nasional menjadi berarti jika ada konsistensi dalam menggerakkan
tiga -pilar produksi yaitu: (i) optimalisasi lahan dan sumber daya alam pertanian yang tersedia dan melimpah, (ii)jumlah penduduk yang besar dan tersebar di setiap pulau dan lahan serta (iii) temuan teknologi-teknologi pertanian yang berhasil unggul, teruji dan terbukti sesuai dengan kondisi pertanian di Indonesia dalam meningkatkan produktifitas. Solusi teknologi produktifitas diperlukan untuk mengatasi berbagai hambatan teknis
produksi seperti ketersediaan lahan subur pertanian yang semakin sempit, pembukaan lahan pertanian baru kurang subur yang hasilnya tidak sebanding dengan produksi yang didapat dan stagnasi produktifitas pangan akibat teknologi konvensional yang telah jenuh, serta kerusakan lingkungan sumberdaya pertanian. Penerapan teknologi seperti produk bioteknologi Bioperforasi (Bio P2000Z) mampu membuktikan peningkatan produktivitas yang telah stagnan menjadi harapan dalam percepatan swasembada pangan. Dengan
kebijakan pangan yang konsisten secara terintegrasi, memprioritaskan percepatan peningkatan kemampuan produksi pangan dalam negeri, membangun tataniaga pangan yang pro petani dan revitalisasi stock pangan nasional yang berkerakyatan merupakan langkah strategis mempercepat swasembada dalam pembangunan ketahanan pangan dalam kerangka ketahanan nasional.
Article Details
Section
catatan copyright agar disepakati oleh penulis.
Penulis sepakat dengan ketentuan-ketentuan dalam etika publikasi
Penulis menyatakan bahwa karya tulis yang diserahkan untuk diterbitkan adalah asli, belum pernah dipublikasikan di manapun dalam bahasa apapun, dan tidak sedang dalam proses pengajuan ke penerbit lain
References
Abubakar. Mustafa, 2008. Peran Perum BULOG Dalam Ketahanan Pangan. Seminar Pangan Program Pencegahan Krisis dan Menjamin Pangan Berkelanjutan, 11 Februari 2008 di Jakarta
Nainggolan, Kaman. Ketahanan dan Stabilitas Pasokan. Permintaan dan Harga Komoditas Pangan. Seminar Sehari Program Pencegahan Krisisi
dan Menjamin Pangan Berkelanjutan, 11 Februari 2008 di Jakarta
Mashar, A.Z. 2006. Pemanfaatan Teknologi Prpduktivitas Hayati'Bio Untuk Penyuburan lahan dan Peningkatan Hasil Pertanian Daerah
Transmigrasi dalam Lokakarya Revitasasi Pertanian dan Swasembada Energi Alternatil di Kawasan Transmigrasi, 29 Maret 2006.
Depnakertrans R.I Jakarta.
Pasaribu, Bomer, 2008. Ketersediaan Lahan Pertanian Berkelanjutan. Seminar Sehari Program Pencegahan Krisisi dan Menjamin Pangan
Berkelanjutan. 11 Februari 2008 di Jakarta.
Suhartanto. 2006. Perluasan lahan untuk pengembangan kedelai. Lokakarya teknologi
Kedelai. Dirjen BP. Tanaman Pangan Deptan R.I. 2006 di Surabaya.
Sukara, E., Mashar A, Harmastini. 2007. Konsep Membangun Perkedelaian Nasional. Lipi Press. Jakarta
http://mediatani.wordpress.com/2008/'03/15/krisispano.
an-2008/ Santoso. D.A, Krisis Pangan 2008. Kompas, Sabtu, 15 Maret 2008. http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/21/
/krisis. pangan.dan.energi.di.mata.para.ekonom
wo. jsp?IA=WO2001083400&WO=2001083400
&DI3PLAv_CLAIMS