PERUM BULOG DALAM INPRES PERBERASAN NO. 3/2007: EVALUASI KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASINYA

Main Article Content

M. Husein Sawit

Abstract

Pemerintah telah menerbitkan lagi Inpres tentang Kebijakan Perberasan 3/2007 pada akhir Maret 2007. Tujuan inpres ini tidak banyak berubah dibandingkan dengan Inpres yang serupa tahun-tahun sebelumnya, kecuali tentang stabilisasi harga beras. Khusus tentang stabilisasi harga beras, pemerintah telah menempuh berbagai belit baru, yaitu monopoli impor beras diserahkan kembali ke Perum BULOG, dimana Operasi Stabilisasi Harga Beras (OSHB) dipakai sebagai salah satu instrumen untuk stabilisasi harga, disamping Operasi Pasar (OP) sesuai dengan ketentuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Tujuan tulisan ini adalah untuk Perum BULOG mengevaluasi dan menganalisa kebijakan perberasan mulai dari diktum vi sampai dengan diktum xi, yang terkait dengan tugas-tugas Perum BULOG Itu mencakup kebijakan stabilisasi harga konsumen dan produsen Harga Pembelian Pemerintah (HPP), kebijakan beberapa ketentuan impor beras, pengadaan beras Dalam Negeri (DN), stok dan CBP, dan beras untuk rakyat miskin (Raskin). Hasil utama dari evaluasi ini terlihat bahwa volume pengadaan DN meningkat dan HPP naik, namun kualitas beras pengadaan DN merosot dari standarkualitas Perum BULOG tahun-tahun sebelumnya. Perum BULOG akan kelebihan stok sekitar 0,6 juta ton, dan hal ini akan berpengaruh negatif terhadap efisiensi dan kualitasnya. Dianjurkan agar komponen kualitas beras ditetapkan sesuai dengan SNI (IV atau III). Kenaikan HPP sebaiknya terkait dengan perbaikan kualitas beras/gabah. HPP yang ditetapkan telah terlalu tinggi, hampir 50% lebih tinggi dari harga beras di pasar dunia. Disarankan agar HPP tidak dinaikkan pada 2008, kecuali ada justifikasi khusus. Stok cadangan CBP sebaiknya ditingkatkan minimal menjadi 750 ribu ton pada 2009. OSHB sebagai instrumen stabilisasi harga disarankan agar dipakai sebagai instrumen jangka menengah, bukan bersifat ad hoc. Dengan cara itu, diharapkan bahwa lembaga pelaksana dapat membangun jaringan kerja dan infrastruktur untuk mendukungnya. Pengadaan DN sebaiknya dibuka secara luas, diumumkan persyaratannya di koran lokal atau website.
Kata kunci: stabilisasi harga beras, stok cadangan beras pemerintah, kualitas stok, pengadaan dalam negeri, impor beras,Perum BULOG.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

M. Husein Sawit

PSE-KP (Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan
Pertanian), Bogor

References

Bulog (2007a), "Perkembangan Operasional Perum BULOG", Jakarta: 12 Nopember.

Bulog (2007b), "Hasil Pemeriksaan Kualitas Beras ADA 2007" masing-masing di Divre Jawa Barat, Tengah, Timur dan Sulawesi Selatan" (laporan intern, tidak diterbitkan).

BSN (1999), StandarNasional Indonesia Beras Giling. SNI 01-6128-1999

Ditjen PMD Depdagri dan BULOG (2007), "Pedoman Umum Raskin (Beras untuk Rumah Tangga Miskin", Jakarta.

FAO(2006), Rice Marked Monitor, Vol. IX (issue no. 1): March

FAO (2007), Rice Market Monitor, Vol. X (issue no. 3): September

Husein Sawit, M (2007a), "Stabilisasi Harga Beras: Penentuan Harga Referensi OP dan Intervensi Pemerintah", (2007b), "Usulan Kebijakan Beras dari Bank Dunia: Resep yang Keliru". Analisis Kebijakan Pangan, 5 September 2007 (2007c), "Stabilisasi Harga Beras", Kolom GATRA, no.46Aahun XIII, 27 September-3 Oktober 2007.

Husein Sawit, M and EM. Lokollo (2007), Rice Import Surge in Indonesia, final report, the Action Aid International in Collaboration with The Indonesian Center for Agriculture Socio-Economic and Policy Studies (ICASEPS): Bogor

World Bank (2007), "Issues in Indonesian Rice Policy", draft March 2007